Rabu, 07 Januari 2015
Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Online
Istilah konsumen sering diartikan sebagai dua jenis konsumen, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen individu dapat digunakan untuk diri sendiri, anggota keluarga atau diberikan pada orang lain sebagai hadiah. Dalam konteks barang dan jasa yang dibeli kemudian digunakan langsung oleh individu maka individu tersebut dinamakan pemakai akhir atau konsumen akhir. Konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah dan lembaga lainnya yang membeli produk, peralatan dan jasa untuk menjalankan organisasinya.
Terdapat beberapa definisi perilaku konsumen. Definisi perilaku konsumen menurut Engel, et al. (1993:4) adalah sebagai berikut: "Consumer behavior as those activities directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow these actions". Schiffman dan Kanuk (1994:7), mendefinisikan perilaku konsumen sebagai berikut: "The term consumer behavior refers to the behavior that consumers display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products and services that they expect will satisfy their needs". Wilkie (1990:12), mendefinikikan perilaku konsumen sebagai berikut: "The activities that people engage in when selecting, purchasing, and using product and services so as to satisfy needs and desires. Such activities involve mental and emotional processes, in addition to physical actions".
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen online adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan barang secara online, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Perilaku konsumen dipengaruhi oleh pengaruh eksternal dan internal (Schiffman & Kanuk, 2000:443-445). Pengaruh eksternal terdiri dari usaha pemasaran yaitu produk, promosi, harga dan distribusi serta lingkungan sosial budaya yang terdiri dari keluarga, sumber informasi, sumber non komersial yang lain, kelas sosial, subbudaya dan budaya. Pengaruh internal yaitu psikologi konsumen yang terdiri dari motivasi, persepsi, belajar, kepribadian dan sikap.
RESOURCH: JURNAL E-COMMERCE: MODEL PERILAKU KONSUMEN (YOHANES SUHARI)
Jumat, 17 Oktober 2014
Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan pembelian.
Ilenna D Mirawan
3EA11 - 13212596
Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan pembelian yaitu;
- Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan pembelian, antara lain persepsi karateristik merk, sikap lanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen. Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen. Adapun dilihat dari segi harga, kualitas, cara pemasaran yang menarik dll. Banyak pula konsumen yang melihant kearah pendapat orang lain disekitarnya ketika akan membeli sebuah produk.
3EA11 - 13212596
Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan pembelian yaitu;
- Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan pembelian, antara lain persepsi karateristik merk, sikap lanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen. Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen. Adapun dilihat dari segi harga, kualitas, cara pemasaran yang menarik dll. Banyak pula konsumen yang melihant kearah pendapat orang lain disekitarnya ketika akan membeli sebuah produk.
Pengertian dan Manfaat mempelajari Perilaku Konsumen
Ilenna D Mirawan
3EA11 - 13212596
PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk,jasa dan pengalaman serta ide-ide.
Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa
perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat
keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang
dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91)
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan
yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan
produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti
tindakan ini.
Perilaku konsumen dapat disarikan dari semua
definisi diatas sebagai studi tentang proses pengambilan keputusan oleh
konsumen dalam memilih, membeli,memakai serta memanfaatkan
produk,jasa,gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan
dan hasrat konsumen.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu :
1. Konsumen adalah raja
Ia memiliki kemampuan penuh untuk menyaring semua
upaya untuk mempengaruhi, dengan hasil bahwa semua yang dilakukan oleh
perusahaan harus disesuaikan dengan motivasi dan perilaku konsumen.
2. Motivasi dan perilaku konsumen dapat dipahami melalui penelitian
Hal-hal yang berkaitan dengan
motivasi dan perilaku dapat diketahui melalui penelitian, sehingga
penelitian ini dipakai sebagai acuan dalam membuat program pemasaran,
perencanaan periklanan, perencanaan promosi sehingga hal-hal yang
terjadi pada masa yang akan datang dapat diprediksi.
Berikut ini akan
dibahas tentang manfaat perilaku konsumen bagi seorang manajer, produsen,
birokrat, konsultan, dan peneliti:
a. Manfaat
perilaku konsumen bagi manajer
Manajer
merupakan seseorang yang memimpin suatu perusahaan. Dalam menjalankan suatu
usahanya manajer harus mampu memahami perilaku konsumen, hal ini karena manajer
pada dasarnya memiliki tugas yaitu mengawasi serta mengevaluasi perusahaannya
agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan menyebarkan informasi serta
mengkoordinir kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan
mempelajari perilaku konsumen manajer dapat mengambil suatu keputusan
berdasarkan keadaan konsumen. Keputusan tersebut tentunya diambil dari
informasi perilaku konsumen yang terjadi, yang mana keputusan tersebut
diharapkan nantinya akan memudahkan dalam memasarkan produknya. Keputusan yang
dimaksud misalnya seorang manajer menentukan produk unggulan apa yang harus
diproduksi dengan jumlah banyak, hal ini bisa dilihat dari perilaku konsumen
yaitu seberapa banyak konsumen mengkonsumsi produk tersebut. Selain itu
keputusan dalam memilih strategi pemasaran agar pemasaran produk berjalan dengan
lancer dan mudah laku di pasaran.
b. Manfaat
perilaku konsumen bagi produsen
Produsen
merupakan seseorang yang mampu melakukan dan menghasilkan suatu barang (produk
tertentu) yang nantinya produk tersebut akan dijual lagi kepada konsumen guna
memenuhi kebutuhan konsumen yang diperlukan. Produsen menghasilakn suatu barang
guna mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Guna mencapai tujuan
tersebut produsen harus mempelajari perilaku konsumen agar dapat mengetahui
keadaan pasar dan konsumen. Biasanya konsumen menginginkan barang yang murah
tetapi kualitas baik. Permintaan konsumen bermacam-macam tergantung
kebutuhannya, karena banyak macam produk yang dijual dipasaran, kita sebagai
produsen harus bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen.
Selain itu produsen harus melihat keadaan pasar dan konsumen sehingga bisa
menentukan bagaimana strategi yang akan digunakan agar produknya bisa terjual. Manfaat
perilaku konsumen bagi produsen yaitu mengetahui, mempelajari, dan memahami
bagaimana strategi atau keputusan yang harus diambil yang bisa dilihat dari
keadaan pasar dan kebutuhan konsumen. Dalam hal ini produsen harus mampu
membujuk konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi barang yang ditawarkan, dan
mampu memahami cara konsumen dalam bertingkah laku, bertindak, berpikir, dan
yang terpenting bagaimana konsumen
mengambil suatu keputusan terhadap barang yang ditawarkan atau
dipasarkan sehingga produsen bisa merancang strategi pemasaran dengan baik.
c. Manfaat
perilaku konsumen bagi birokrat
Birokrat
merupakan orang yang bekerja di berbagai instansi pemerintahan. Birokrat harus
mempelajari perilaku konsumen agar mudah dalam memenuhi kebutuhan kesejahteraan
konsumen. Pemerintah dituntut untuk bisa menyejahterakan masyarakatnya. Dalam
mencapai tujuan tersebut tentunya pemerintah harus mangambil keputusan yang dilihat dari perilaku konsumen
(masyarakat). Misalnya masyarakat (konsumen) yang berekonomi rendah sulit dalam
melakukan pengobatan di rumah sakit, maka pemerintah harus bisa merasakan apa
yang diinginkan oleh masyarakat (konsumen) dan mampu mengambil keputusan yang
dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat, misalnya pemerintah mengadakan
pengobatan gratis bagi kalangan masyarakat yang berekonomi rendah.
d. Manfaat
perilaku konsumen bagi konsultan
Konsultan
merupakan salah satu profesi yang dilakukan seseorang yang menyediakan
kebutuhan berupa jasa (nasehat dan solusi) berdasarkan bidangnya masing-masing.
Salah satu bidang keahlian konsultan misalnya bergerak di bidang konsultan
dalam hal perilaku konsumen. Dengan mempelajari perilaku konsumen konsultan
dapat memahami kebutuhan konsumen sehingga konsultan mampu memberikan
informasi, nasehat, dan solusi kepada perusahaan tentang bagaimana melakukan
suatu keputusan. Keputusan yang dimaksud yaitu konsultan memberikan penjelasan
kepada suatu perusahaan tentang produk apa yang harus dihasilkan dan dipasarkan
dengan melihat keadaan pasar dan kebutuhan konsumen sehingga produk yang
ditawarkan cepat terjual karena manfaat produk yang dihasilkan.
e. Manfaat
perilaku konsumen bagi peneliti
Peneliti
merupakan salah satu profesi yang bertugas untuk menganalisis dan memahami
tentang suatu hal. Hal yang diteliti misalnya keadaan pasar dan perilaku
konsumen, dengan mempelajari perilaku konsumen peneliti mendapatkan pengetahuan.
Penelitian di lakukan
dalam upaya untuk mengumpulkan informasi mengenai karakteristik perilaku
konsumen sehingga pemasar akan lebih mengenal siapa konsumennya dan bagaimana
perilaku mereka dalam mencari, menggunakan dan membuang produk. Dalam hal ini peneliti
dapat membantu manganalisis keadaan yang dialami oleh konsumen.
SOURCE: http://fitrihyuliantika93.blogspot.com/2013/11/manfaat-perilaku-konsumen-dan.html
http://esty.staff.uns.ac.id/definisi-perilaku-konsumen/
Senin, 30 Juni 2014
Apatis dalam diri mahasiswa
Apatis?
Ko bisa Virus Apatis?
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Apatis punya makna dari segi bahasa yaitu acuh tak acuh atau tidak peduli. Acuh tak acuh dalam hal ini yaitu tidak mempedulikan segala apa yang ada disekitarnya. Saya merasa heran bagaimana sebuah lembaga yang merupakan lembaga pendidikan tinggi yang mencetak para lulusannya sebagai agent of change mempunyai sifat Apatis (acuh tak acuh). Mengapa saya bisa menyimpulkan seperti ini?
Mungkin ada hal nya dalam lingkungannya sendiri terdapat banyak kasus apatis seperti ini dan membuat mereka terbiasa, dan seharusnya dosen pun mengajarkan akan hal Apatis seperti ini.
Puisi Chairil Anwar
Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
Home..
Terkadang ada suasana
rumah yang bikin kangen...
Itulah saat dimana gue
berpikir kalo bener-bener susah ngekost jauh dari orang tua. Dan berharap
kampus Gunadarma itu deket rumah aja hehe
Pernah suatu hari gue
pulang kerumah seminggu bisa 2x hehe saking emang kangennya sih sama rumah dan
beserta isinya, kadang juga disuruh mama buat pulang. Sampe pernah pun diomelin
papa gara2 sering banget pulang kerumah, ditanya katanya “Ko libur terus?” “Ko
pulang terus?” “Kamu gapernah ngampus ya?” ahhahaha dan Cuma bisa jawab “iyaa
pa, dosennya gak ada” “iyaa pa, gpp sekali-kali” dan gatau deh IP gue sekarang
bakal kaya apa wujudnya. P.s; Ibuuu bapaak dosen, pliss kasih nilai ilen jangan
jelek2 yaa :(
Mau tau ga suasana apa
yang bikin gue kangen rumah? Yap! Isinya! Well, bisa makan enak, uang utuh,
wifi jalan, ac ada hahah but yang paling gue kangenin suasana rumah itu
kebersamaan sama keluarga gue apalagi gue paling deket sama papa dan ade gue
paling kecil. Itu kangeeeen banget bawaannya sama bocah itu haha kelakuannya
ituloh yang bikin gue gemes tiap hari.
Pernah gue berpikir bahwa
bisa gak yaa gue bahagiain keluarga gue yang udah bahagiain gue? Harus! Pasti
bisa!! Keinginan itu dateng tiba2 kalo disaat gue ngerasain hal2 diatas,
“kangen” satu kata yang bisa bikin gue nangis, sedih dan yang penting pengen
cepet2 pulang hahaha
Someday, gue bakal
buktiin kalo gue bakal ngasih mereka hal yang paling ngebahagiain, yaitu
ngeliat anaknya itu berhasil dikemudian hari, amin :)
Langganan:
Postingan (Atom)
