Selasa, 27 Oktober 2015

UTILITARISME

PENDAHULUAN
Didaerah tempat tinggal saya, di Cikampek ada banyak usaha yang bisa menimbulkan dampak positif dan negatif. Salah satunya yaitu usaha isi ulang air minum atau air galon, yang sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan masyarakat disekitar. Ada banyak pengisian air minum atau air galon disekitar tempat tinggal saya, namun hanya beberapa yang masih buka atau memberikan jasa pengisian air nya.
TEORI
Utilitarianisme merupakan kerangka etika yang digunakan untuk membimbing kepada tindakan moral yang efektif. Pada dasarnya, utilitarianisme didasarkan pada mengukur hal baik dalam bentuk utilitas dan mencoba untuk memaksimalkan jumlah itu. Utilitas sering didefinisikan sebagai kebahagiaan atau kesenangan, meskipun ada varian lain, seperti kepuasan preferensi atau preferensi utilitarianisme. Dalam kata lain, utilitarianisme sering didefinisikan sebagai upaya untuk mencapai kebaikan terbesar dalam jumlah terbesar.
Terdapat pula berbagai versi lain utilitarianisme dengan berbagai variasi pula dalam detail dan konsepnya. Utilitarianisme sering dianggap sebagai bentuk konsekuensialisme, dimana hasil menghalalkan cara. Artinya, cara negatif boleh ditempuh asal bisa menghasilkan utilitas lebih besar. Utilitarianisme telah digunakan sebagai kerangka untuk berdebat serta menilai tindakan atau filsafat politik sejak pertama kali dirumuskan. Manusia mungkin telah memiliki pikiran utilitarian untuk waktu yang sangat lama, tetapi dalam catatan tertulis, perumusan pertama konsep ini tercatat dilakukan oleh filsuf Yunani, Epicurus. Asal-usul utilitarianisme modern dapat ditelusuri ke abad ke-18 melalui filsuf Inggris, Jeremy Bentham. Bentham menyebut perumusannya sebagai “prinsip kebahagiaan terbesar.” Mengikuti Bentham adalah John Stuart Mill, yang menerbitkan karya pendek tentang utilitarianisme.
Saat ini, John Stuart Mill adalah nama yang paling sering dikaitkan dengan doktrin ini. Dalam tulisannya, Mill berpendapat bahwa budaya, intelektual, atau kesenangan spiritual memiliki arti lebih mendalam dari sekadar kenikmatan fisik. Dalam karyanya yang lain, seperti esai On Liberty, Mill menggunakan utilitarianisme untuk mempertahankan pendapatnya atas “prinsip kebebasan,” yang menyatakan bahwa “satu-satunya hal yang bisa dibenarkan saat kekuasaan digunakan untuk menentang aspirasi anggota suatu masyarakat beradab adalah bila kekuasaan itu digunakan untuk mencegah kerugian kepada orang lain. ” Terdapat beberapa variasi utilitarianisme yang telah dikembangkan semenjak zaman Mill. Salah satu pembagian penting adalah antara utilitarianisme tindakan dan utilitarianisme aturan. Di bawah utilitarianisme tindakan, setiap tindakan diperiksa kasus per kasus dan dipilih yang diperkirakan menghasilkan utilitas tertinggi.
Dalam utilitarianisme aturan, tujuannya adalah untuk meminimalkan utilitas negatif – rasa sakit dan penderitaan – ketimbang memaksimalkan utilitas positif. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa utilitas negatif bernilai lebih besar daripada utilitas positif. Namun, konsekuensinya kita harus bertindak secara radikal untuk mengurangi jumlah penduduk atau bahkan menghilangkannya sama sekali, sebagai sarana untuk menghilangkan utilitas negatif. Karena alasan tersebut, utilitarianisme aturan sering menjadi bahan kontroversi.
ANALISIS
Dari pendahuluan dan teori yang sudah saya jelaskan diatas, bisa dianalisiskan yaitu bahwa terdapat sebuah usaha isi ulang air minum yang memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari khusus nya pada bahan konsumsi (air minum) segala sesuatunya memiliki sisi positif dan juga negatif. Pada usaha air minum ini sisi positif nya adalah : kita bisa mendapatkan air isi ulang galon dengan harga yang cukup murah dibandingkan  merek yang sudah terkenal dan sisi negatifnya adalah : dari segi galon dan air nya kurang terjamin kebersihannya di karenakan alat yang kurang menjajikan kualitasnya dan masih banyak lagi.
Reference: http://www.amazine.co/26564/apa-itu-utilitarianisme-konsep-pencetus-kontroversinya/

Kamis, 15 Oktober 2015

ADAT PERNIKAHAN SUNDA

PENDAHULUAN

Jika orang Indonesia melaksanakan sebuah pernikahan, akan ada salah satu adat dari salah satu pasangannya atau calon pengantinnya jika berbeda adat atau budaya. Dalam adat penikahan Sunda sama seperti adat pernikahan budaya lain. Hanya saja setiap daerah berbeda dalam pengartiannya. Inti dari pernikahan itu sama yaitu ingin mendapat restu dari orangtua dan masyarakat luas.



TEORI


- Adat Pernikahan Sunda Sebelum Menikah


Adat pernikahan Sunda dimulai dengan istilah nendeun among , yaitu bertamunya calon pengantin pria kerumah calon pengantin wanita buat meminta izin. Lalu dilanjutkan dengan prosesi lamaran ( narosan / ngalamar / nyeureuhan ). Pengantin pria membawa lamreun (lamaran) dan beberapa barang keperluan wanita seperti seperangkat baju wanita dan uang.

Setelah itu dilakukan seserahan ( nyandakeun ) biasanya diadakan 3-7 hari sebelum menikah yaitu penyerahan calon pengantin laki-laki kepada calon pengantin wanita. Adapun upacara nan dilakukan sehari sebelum akad nikah dinamakan ngecegkeun aisan . Prosesi ini dilakukan buat simbol lepasnya tanggung jawab orangtua kepada anaknya.
Setelah ngecegkeun aisan dilakukan, adat pernikahan Sunda dilanjutkan dengan upacara ngaras yaitu membasuh kedua telapak orangtua sebagai simbol berbaktinya anak kepada orangtua.

Pada pengantin perempuan, dilanjutkan dengan prosesi adat siraman nan dicampur dengan air kembang tujuh rupa sebagai simbol, bahwa menuju gerbang pernikahan haruslah suci. Karena itu harus diawali dengan tubuh dan niat nan kudus juga. Setelah prosesi siraman, pengantin wanita haruslah mengikuti adat ngerik , yaitu mengerik semua bulu-bulu dan menghilangkannya di sekitar paras agar riasannya menjadi lebih baik lagi.



- Adat Pernikahan Sesudah Menikah

Setelah mengikuti berbagai macam prosesi sebelum menikah, maka tibalah prosesi adat menuju pernikahan.
Calon pengantin pria dibawa menuju kediaman calon pengantin wanita nan diawali dengan pembukaan. Lalu penyerahan calon pengantin pria pada calon pengantin wanita. Dilanjutkan dengan akad nikah nan dicatat oleh KUA, menyerahkan mas kawin, lalu minta ampun pada kedua orangtua atau sungkeman.

Adat nan mereka lakukan tak hanya selesai setelah ijab-qabul dilontarkan masih ada lagi upacara adat nan harus mereka lakukan. Diantaranya ialah sawer pengantin nan dalam bahasa sunda disebut dengan panyaweran dengan maksud agar rumah tangga mendapat kemudahan. Berikutnya dilanjutkan dengan nincak endog /injak telur nan artinya gadis nan dinikahi masih gadis atau perawan. Setelah itu meuleum haruput (membakar lidi) sebagai simbol agar jangan mudah bertengkar dan sabar dalam memecahkan persoalan, buka pintu sebagai simbol diterimanya suami dalam kehidupan istri. Lalu ada lagi huap lingkung nan merupakan prosesi ditemukannya pengantin pria dan wanita dalam satu kamar. Teakhir ialah melepaskan sepasang burung merpati sebagai simbol kedua pengantin akan mengarungi kehidupan nan baru. Kini upacara adat pernikahan Sunda mulai disederhanakan, melihat prosesinya nan begitu panjang dan melelahkan.

Bahkan menurut sebagian ulama, adat Sunda terlalu mubazir sebab ada prosesi injak telur nan diibaratkan sangat tak menghargai kreasi Yang Maha Kuasa. Adat tetap saja adat, bagaimanapun bangsa ini tetap harus melestarikan adat nan ada.



- Tata Cara Adat Pernikahan Sunda

Pernikahan memang satu upacara sakral nan diharapkan sekali seumur hidup. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari nan paling simple, dan nan ribet sebab menggunakan upacara adat. Seperti pernikahan adat Sunda ini, kekayaan budaya tatar Sunda dapat dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya nan diwarnai dengan humor tapi tak menghilangkan perbedaan makna sakral dan khidmat.



1. Nendeun Omongan


Tahap ini ialah pembicaraan orang tua kedua pihak mempelai atau siapapun nan dipercaya jadi utusan pihak pria nan punya planning mempersunting seorang gadis sunda. Orang tua atau sang utusan datang bersilaturahmi dan menyimpan pesan bahwa kelak sang gadis akan dilamar. Sebelumnya memang orang tua masing-masing sudah membuat kesepakatan buat menjodohkan atau laki-laki dan perempuannya sudah sepakat buat ‘mengikat janji’ dalam suatu ikatan pernikahan, maka selanjutnya orang tua pria datang sendiri atau menyuruh orang ke rumah sang gadis buat menyampaikan niat.

Intinya, neundeun omong(titip ucap, menaruh perkataan atau menyimpan janji) yang menginginkan sang gadis agar menjadi menantunya. Dalam hal ini, orang tua atau utusan memerlukan kepandaian berbicara dan berbahasa, penuh keramahan.



2. Lamaran


Tahap melamar atau meminang ini sebagai tindak lanjut dari termin pertama. Proses ini dilakukan orang tua calon pengantin keluarga sunda dan keluarga dekat. Hampir mirip dengan nan pertama, bedanya dalam lamaran, orang tua laki-laki biasanya mendatangi calon besannya dengan membawa makanan atau bingkisan seadanya. Membawa lamareun sebagai simbol pengikat (pameungkeut), dapat berupa uang, seperangkat pakaian, semacam cincin pertunangan, sirih pinang komplit dan lainnya, sebagai tali pengikat kepada calon pengantin perempuannya. Selanjutnya, kedua pihak mulai membicarakan waktu dan hari nan baik buat melangsungkan pernikahan.



3. Tunangan


Tahap ini ialah prosesi ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu dilakukan penyerahan ikat pinggang rona pelangi atau polos kepada si gadis.


4. Seserahan

3 – 7 hari sebelum pernikahan dilakukan seserahan. Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.


5. Ngeuyeuk Seureuh


Jika ngeuyeuk seureuh tak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah. Termin ini dilakukan sebagai berikut:
  1. Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang, kedua mempelai meminta izin buat menikah kepada orangtua mereka.
  2. Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai, simbol asa hayati sejahtera bagi sang mempelai.
  3. Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi, diiringi nasihat buat saling memupuk kasih sayang.
  4. Kain putih epilog pangeuyeukan dibuka, melambangkan rumah tangga nan higienis dan tidak ternoda. Menggotong dua perangkat baju di atas kain pelekat; melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga.
  5. Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita nan halus, buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan bisa menyesuaikan diri. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping nan dipegang oleh calon pengantin wanita.
  6. Membuat lungkun, yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang, lalu diikat benang. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal nan sama, melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan.
  7. Diaba-abai oleh pangeuyeuk, kedua calon pengantin dan tamu berebut uang nan berada di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga.
  8. Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeuyeuk seureuh ke perempatan jalan, simbolisasi membuang nan jelek dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hayati baru.
  9. Menyalakan tujuh buah pelita, sebuah kosmologi Sunda akan jumlah hari nan diterangi matahari dan asa akan kejujuran dalam mebina kehidupan rumah tangga.

6.Membuat Lungkun


Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu nan hadir. Maknanya, agar kelak rejeki nan diperoleh bila hiperbola bisa dibagikan kepada saudara dan handai taulan.



7. Saweran


Merupakan upacara memberi nasihat kepada kedua mempelai nan dilaksanakan setelah acara akad nikah. Melambangkan Mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan.
Kata sawer berasal dari kata panyaweran, nan dalam bahasa Sunda berarti loka jatuhnya air dari atap rumah atau ujung genting bagian bawah. Mungkin kata sawer ini diambil dari loka berlangsungnya upacara adat tersebut yaitu panyaweran. Berlangsung di panyaweran (di teras atau halaman). Kedua orang tua menyawer mempelai dengan diiringi kidung. Untuk menyawer, menggunakan bokor nan diisi uang logam, beras, irisan kunyit tipis, permen.
Kedua Mempelai duduk berdampingan dengan dinaungi payung, seiring kidung selesai di lantunkan, isi bokor di tabur, hadirin nan menyaksikan berebut memunguti uang receh dan permen.
Bahan-bahan nan diperlukan dan digunakan dalam upacara sawer ini tidaklah lepas dari simbol dan maksud nan hendak disampaikan kepada pengantin baru ini, seperti :
  1. Beras nan mengandung simbol kemakmuran. Maksudnya mudah-mudah setelah berumah tangga pengantin dapat hayati makmur
  2. Uang recehan mengandung simbol kemakmuran maksudnya apabila kita mendapatkan kemakmuran kita harus ikhlas berbagi dengan Fakir dan yatim
  3. Kembang gula, artinya mudah-mudah dalam melaksanakan rumah tangga mendapatkan manisnya hayati berumah tangga.
  4. kunyit, sebagai simbol kejayaan mudah-mudahan dalam hayati berumah tangga dapat meraih kejayaan.

8. Membakar Harupat


Mempelai pria memegang batang harupat, pengantin wanita membakar dengan lilin sampai menyala. Harupat nan sudah menyala kemudian di masukan ke dalam kendi nan di pegang mempelai wanita, diangkat kembali dan dipatahkan lalu di buang jauh-jauh. Melambangkan nasihat kepada kedua mempelai buat senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan dalam rumah tangga. Fungsi istri dengan memegang kendi berisi air ialah buat mendinginkan setiap persoalan nan membuat pikiran dan hati suami tak nyaman.

ANALISIS

Dari proses sebelum pernikahan dan saat pernikahaan pada Adat Sunda terlihat betapa sakralnya budaya yang diterapkan. Tata cara pernikahan Adat Sunda ini memang sudah turun-temurun sejak dahulu, Upacara Adat Pernikahan memang sudah mendarah daging pada negara kita ini, bahkan tidak hanya Upacara Pernikahan, ada juga Upacara Adat Khitanan, Upacara Adat Akikah dan acara penting lainnya. Kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap melestarikan budaya-budaya yang sudah menjadi ciri khas Negara kita ini, kita harus bangga kepada Negara Indonesia yang kaya akan Adat-Istiadat nya yang kental dan sakral. 



Referensi: http://www.binasyifa.com/469/46/26/tata-cara-adat-pernikahan-sunda.htm

Jumat, 05 Juni 2015

Kelemahan, Kelebihan dan Perbedaan dari Skripsi, Tesis dan Disertasi


Kelemahan
Kelebihan
Perbedaan
Skripsi
kekurangan yang terdapat pada karya ilmiah yang akan dibuat oleh peneliti
agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya
pada skripsi gelar yang akan di dapat adalah sarjana (S1)
Tesis
kekurangan yang terdapat pada karya ilmiah yang akan dibuat oleh peneliti
Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan
pada tesis gelar yang dapat diperoleh adalah magister (S2)
Disertasi
kekurangan yang terdapat pada karya ilmiah yang akan dibuat oleh peneliti
Disertasi memiliki kelebihan dalam hal keluasan, kedalaman, dan ebaruan
disertasi gelar yang didapat adalah doktor (S3)







Contoh Skripsi:

Contoh Tesis:
download abstrak Tesis
Contoh Disertasi:

ABSTRAK DISERTASI DOKTOR TEKNIK SIPIL.doc - Gudang Data



http://id.wikipedia.org/wiki/Skripsi
http://januar-ikmal.blogspot.com/2014/05/definisi-skripsi-thesis-dan-disertasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tesis
http://ppsunj.org/pps/wp-content/uploads/bukupedomantesisdisertasi_FINAL.pdf
http://melwin-ok.com/2013/11/menilai-kelayakan-taskripsitesisdisertasi/
http://www.docstoc.com/docs/117375338/ABSTRAK-PEMETAAN-SKRIPSI-PGSD-UM
http://www.docstoc.com/docs/103109773/download-abstrak-Tesis
http://www.docstoc.com/docs/153088618/ABSTRAK-DISERTASI-DOKTOR-TEKNIK-SIPIL.doc---Gudang-Data

Kamis, 04 Juni 2015

10 Peribahasa Terpopuler Indonesia - Tulisan 10

10 Peribahasa Terpopuler Indonesia

10 Peribahasa Terpopuler Indonesia



















 Rasa sungkan untuk mengutarakan sesuatu secara gamblang bagi masyarakat Indonesia seringkali diakali dengan penggunaan peribahasa. Berikut 10 peribahasa terpopuler yang sering digunakan menganalogikan fenomena kehidupan sehari-hari versi jajak pendapat Litbang KORAN SINDO.  

Tong Kosong Nyaring Bunyinya 

Tong kosong nyaring bunyinya menjadi peribahasa cukup populer dan sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Bak sebuah tong tanpa air, jika di pukul akan kencang suaranya. Berbeda dengan tong yang terisi air. Jika dipukul maka suaranya tidak begitu nyaring. Hal ini di umpamakan bagi seseorang yang banyak berbicara tapi ternyata miskin ilmu. Peribahasa ini bisa dijadikan sebuah sindiran kecil bagi seseorang. 

Besar Pasak Daripada Tiang 

Besar pasak dari pada tiang memiliki makna orang yang tidak mampu mengontrol keuangan. Dengan kata lain, lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan. Peribahasa ini memang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari terkait kondisi finansial seseorang. 

Ada Udang di Balik Batu 

Seseorang yang melakukan sesuatu tapi memiliki niat terselubung bisa diartikan seperti ada udang di balik batu. Sebenarnya peribahasa ini bisa bermakna negatif. Sebab sering kali jika ada orang menolong belum tentu tulus dan ikhlas membantu, melainkan ada niat buruk di dalamnya ataupun meminta imbalan. Peribahasa ini sekaligus mengajarkan kita untuk membantu seseorang dengan ikhlas. 

Jauh di Mata Dekat di Hati 

Ungkapan jauh dimata dekat di hati sering diucapkan oleh pasangan yang sedang menjalani Long Distance Relantionship (LDR) atau hubungan jarak jauh. Peribahasa ini bisa diartikan walau jarak dan waktu memisahkan, tapi tetap merasa dekat karena selalu ada dalam pikiran dan hati yang saling terpaut. Saking terkenalnya peribahasa ini, banyak musisi yang membuat lagu dengan memasukan peribahasa ini ke dalam lirik. Misalnya musisi sekaligus pencipta lagu kondang Melly Goeslaw dengan judul lagu Jika. 

Sepandai-pandainya Tupai Melompat, Sekali Waktu Jatuh Juga 

Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Peribahasa ini diartikan di dunia ini tidak ada yang sempurna dan manusia tidak luput dari kesalahan. Peribahasa ini adalah sebuah ungkapan merendah bahwa manusia memang terkadang suka melakukan kesalahan. Tidak terlepas siapapun dia, status sosialnya, kaya atau miskin pastilah pernah melakukan kesalahan. 

Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga 

Terkadang kita sering mengalami satu kesalahan kecil namun berdampak sangat luas bahkan hingga dapat merusak keseluruhan. Hal ini sama dengan peribahasa karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga. Ungkapan ini sebenarnya dapat mengajarkan kita untuk lebih hati-hati, lebih teliti, dan lebih detail dalam melihat sesuatu sehingga tidak ada satu kesalahan kecil yang akan merusak semuanya. 

Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing 

Ungkapan Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing biasanya sering diungkapkan untuk teman setia, walaupun sebenarnya ungkapan ini bisa bermakna lebih luas daripada hanya untuk seorang teman. Pada dasarnya, berat sama dipikul ringan sama dijinjing dapat diartikan bahwa dalam situasi sedih atau senang, semua harus ditanggung bersama. Peribahasa ini juga bisa dikaitkan dengan Teamwork atau kerjasama tim. 

Bagai Pungguk Merindukan Bulan 

Ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan. Hal ini sejalan dengan peribahasa Bagai Pungguk Merindukan Bulan. Yang artinya adalah mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bisa terjadi. Biasanya, peribahasa ini digunakan dalam kasus percintaan, misalnya seperti seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan. 

Bagaikan Burung dalam Sangkar 

Bayangkan seekor burung yang hidup dalam sangkar. Tidak bisa terbang bebas. Hanya terperangkap dalam sebuah sangkar. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang hidupnya penuh dengan aturan, merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan. Peribahasa ini menjadi sebuah penggambaran bagi sebagian orang yang merasa hidupnya tidak punya kebebasan akan dirinya sendiri. 

Berakit Rakit ke Hulu, Berenang Renang ke Tepian 

Peribahasa Berakit Rakit ke Hulu, Berenang Renang ke Tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian dapat diartikan bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan seseorang harus mau bekerja keras. Tak bisa seseorang hanya mengandalkan cara instan untuk meraih suatu kesuksesan. Butuh proses belajar dan berjuang. Orang yang biasa melalui rintangan-rintangan bisa memetik hasil yang baik pula.  
  1. Tong Kosong Nyaring Bunyinya 23%
  2. Besar Pasak Daripada Tiang 17%
  3. Ada Udang di Balik Batu 13%
  4. Jauh di Mata Dekat di Hati 7%
  5. Sepandai-pandainya Tupai Melompat,Sekali Waktu Jatuh Juga 6%
  6. Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga 6%
  7. Berat Sama Dipikul,RinganSama Dijinjing 6%
  8. Bagai Pungguk Merindukan Bulan 5%
  9. Bagaikan Burung dalam Sangkar 4%
  10. Berakit Rakit ke Hulu,Berenang-Renang ke Tepian 4% 

*Fakta Peribahasa Pengertian menurut Kamus Bahasa Indonesia (Badudu-Zain 1994)  

Kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Peribahasa mencakup ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.  

Jenis 
-Simpulan bahasa 
-Perumpamaan 
-Pepatah 
-Bidalan  
-Perbilangan 
-Kata-kata hikmah 
-Bahasa kiasan 
 

-Ungkapan 

Merupakan peribahasa berbentuk kelompok kata yang maknanya tidak dapat diturunkan dari makna kata-kata yang membentuknya. 

Contoh: buah tangan, panjang tangan, jantung hati, pahlawan kesiangan, harga mati, jual mahal, kabar angin, kambing hitam, meja hijau dan lain-lain. 

-Bidal 

Peribahasa yang mengandung nasihat, sindiran, atau peringatan. 

Contoh: malu bertanya sesat di jalan, berkata peliharakan lidah. 

-Perumpamaan 

Peribahasa yang mengandung perbandingan. Perumpamaan biasanya didahului dengan kata bagai, bak, umpama, seperti, dan lain-lain. 

Contoh: Bagai api dengan asap. Artinya : Tidak dapat dipisahkan. 

-Pepatah 

Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua. Ia berkait rapat dengan adat istiadat, undang-undang atau peraturan masyarakat. 

Contoh: Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua artinya budi baik seseorang itu jangan dilupakan. 

-Pameo 

peribahasa yang berupa semboyan, berfungsi untuk mengobarkan semangat/menghidupkan suasana. 

-Gaya Bahasa/majas 

Gaya bahasa atau adalah pengungkapan perasaan atau pikiran dengan menggunakan pilihan kata atau kalimat tertentu. Dengan cara itu, kesan dan efek yang ditimbulkannya dapat dicapai semaksimal mungkin. 

Contoh: Majas Personifikasi: Nyiur melambai di tepi pantai. 

-Idiom 

Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Berikut ini adalah beberapa contoh idiom dengan artinya 

Contoh: cuci mata = cari hiburan dengan melihat sesuatu yang indah.  

*Khasanah Peribahasa Daerah  

Peribahasa Jawa 

“Mburu uceng kelangan dheleg” (mengejar uceng malah kehilangan dheleg) artinya ketika mencari yang kecil justru kehilangan yang lebih berharga. 

Peribahasa Aceh 

“Meunyo hana siwah di Blang darut canggang jeut ke raja”. Maknanya seorang yang belum layak jadi peminpin. Mungkin karena ilmu kurang atau pengalaman tapi karena tidak ada orang lain yang memenuhi kriteria yang ideal. 

Peribahasa Ambon 

“labu jua ada hati!” artinya sekeras-kerasnya orang Ambon, mereka masih punya nurani. 

Peribahasa Bali 

“Berag-beragan gajahe, masih ada mulukne” (Sekurus-kurusnya gajah, masih saja ada gemuknya) artinya seorang yang kaya, walaupun ia jatuh sekalipun toh masih ada kekayaannya. 

Peribahasa Batak 

“Aek godang do aek laut Dos ni roha do sibaen nasaut” artinya Air sungai air laut Kesepakatan hati membuat semua terlaksana 

Peribahasa Bugis 

“Taro ada taro gau” (Seia sekata antara kata dan perbuatan). Maknanya konsistensi perbuatan dengan apa yang telah dikatakan 

Peribahasa Madura 

“asel ta’ adhina asal” artinya meski kaya tetapi tetap bersikap sederhana 

Peribahasa Makassar 
“Ku alleangi tallanga na toalia” (Lebih baik tenggelam dari pada kembali (latar belakang kata tersebut dari seorang pelaut yang telah berangkat melaut). Maknanya ketetapan hati kepada sebuah tujuan yang mulia dengan taruhan nyawa. 

Peribahasa Minang 

“Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso barek “ artinya beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat. 

Peribahasa Sunda 

“Abong biwir teu diwengku, abong letah teu tulangan” artinya berbicara seenaknya saja; berkata tidak mempertimbangkan baik-buruknya.


SOURCE: http://www.koran-sindo.com/read/1008615/163/10-peribahasa-terpopuler-indonesia-1433385980

LIHAT KEPRIBADIAN COWO DARI CARANYA MEMEGANG HP - Tulisan 9

Lihat Kepribadian Cowok Dari Caranya Memegang HP

Warna Unyu ~ Handphone itu sifatnya personal dan melekat dengan orang, udah kayak baju atau sepatu. Semuanya udah bisa dilakuin lewat handphone.

Maka dari itu, kamu gak perlu khawatir. Disini kamu akan dikasih tahu tentang kepribadian  dari cara kamu pakai handphone. Udah ngerti kan apa itu handphone? Yuk, mari kita simak.

1. Pakai Satu Tangan
Beberapa di antara kamu yang baca artikel ini, pasti banyak yang masuk kategori ini. Soalnya, cara menggunakan handphone pakai satu tangan udah lumrah dilakuin banyak orang.

Orang yang biasanya mainin handphone pakai satu tangan, termasuk tipe yang artsy. Soalnya, kamu bisa menggunakan handphone cuma pakai satu tangan. Itu tandanya, otak kanan kamu tuh jalan banget.

Tapi gak semua yang masuk tipe ini tuh artsy sih. Kebanyakan orang yang pengguna satu tangan ini malah multitasking alias bisa melakukan pekerjaan lebih dari satu dalam waktu bersamaan.Selain itu, kamu yang masuk tipe ini juga terkenal hemat dan disiplin banget.

2. Pakai Dua Tangan
Orang yang masuk ke dalam tipe ini, adalah orang yang agak susah untuk diajak kerjasama. Soalnya, fokusnya itu cuma bisa ke handphone aja.

Tapi jangan salah. Ternyata, orang yang masuk ke dalam tipe ini tuh setia kalau sama pasangan. Selain itu, orangnya juga sopan dan gak pemilih. Sayangnya, dia agak egois. Itu wajar kok, namanya juga orang. Kalau kamu mau cari yang gak egois sama sekali, mending beli kucing aja, kan lebih lucu.

Bukan berarti tipe yang satu ini gak baik lho. Dia cocok kok untuk kamu jadikan pacar atau pasangan. Dia itu sosok yang bakalan menyayangi kamu sepenuh hati.

3. Mukanya Dekat Dengan Layar
Maksudnya disini tuh, kamu yang sering main handphone kesayangan kamu yang keren dan berteknologi tinggi itu sambil muka kamu dekat banget dengan layarnya. Itu gak baik untuk kesehatan lho. Soalnya, layar handphone kan radiasinya agak tinggi.

Nah, kalo kamu masuk ke dalam tipe ini, kamu juga harus waspada. Soalnya, kamu gampang dibohongin sama orang. Udah gitu, kamu juga gak bisa perhatian sama orang lain. Maunya kamu aja yang diperhatiin.

Kelebihan orang ini adalah jiwa sosialnya yang tinggi. Dia yang masuk ke dalam tipe ini, suka banget buka jejaring sosial. Tinggi banget kan jiwa sosialnya?

Belum lagi, orang yang suka mainan hape dan mukanya dekat dengan layar itu, jeli banget. Dia bisa membaca peluang. Mulai dari peluang bisnis sampai peluang untuk mencari gebetan. Keren juga ya?

4. Sambil Nyetir Atau Bawa Kendaraan
Di jalanan, kamu bakalan sering menemukan orang yang tiap harinya tuh suka mainin handphone waktu lagi di atas kendaraan. Padahal, ini tuh udah ada aturannya di dalam peraturan pemerintah tentang lalu lintas. Kamu bisa dikenai denda Rp 750.000,00 lho. Kan lumayan?

Makanya, kamu yang masuk ke dalam kategori ini tuh aslinya rebel alias gak suka diatur-atur. Apalagi kalau dikasih tau harus ngelakuin apa yang benar.

Tapi jangan salah. Orang yang suka menggunakan handphone di atas kendaraan ini ternyata loyal banget sama pekerjaannya. Dia gak bakalan bosen dengan suatu hal. Soalnya, rasa penasarannya tuh tinggi banget. Makanya, dia peduli sama orang-orang sekitarnya. Ternyata baik juga kan orang ini?

5. Sambil Pup di WC
Entah apa yang ada di pikiran orang yang senang mainin hape sambil pup di WC. Padahal, dua kegiatan ini tuh sama-sama butuh konsentrasi yang tinggi. Sama kayak kamu lagi belajar sambil makan, nah ini kasusnya mirip nih.

Orang ini, biasanya tuh termasuk tipe yang suka dengan perubahan. Dia gak menutup diri sama hal-hal baru. Karena dia bisa menyaringnya dengan cepat.

Makanya, orang yang satu ini, gak bakal kamu temuin terpengaruh sama orang lain. Pendiriannya itu kuat banget. Udah bisa deh ngalahin pendirian dari bapak-bapak yang sekarang ini bakalan turun dari jabatannya di istana  presiden. Soalnya, orang ini ternyata punya wibawa yang tinggi dan terjaga.


SOURCE: http://warnaunyu.blogspot.com/2015/05/lihat-kepribadian-cowok-dari-caranya.html

Karena Ijazah dan Gelar Sarjana Bukan Harga Mati - Tulisan 8

Jual Beli Ijazah, Kapolri Koordinasi dengan Menristek Dikti

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terkait banyaknya dugaan jual beli ijazah dan ijazah palsu. Dia mengatakan, penyidik kepolisian siap menindaklanjuti laporan dari Menristek.

"Saya sudah koordinasi dengan Menristek. Kemungkinan besok atau tidak lusa akan diberikan data ke kami," kata Badrodin Haiti di sela-sela acara peresmian pembangunan Gedung Indonesia 1 di Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2015).

Badrodin mengatakan, berdasarkan keterangan Menristek dalam koordinasi tersebut, sudah ada 1 alat bukti yang menguatkan adanya tindak pidana dalam jual beli ijazah yang beredar di masyarakat. Terlebih lagi soal ijazah palsu.

"Termasuk mungkin ada salah satu bukti yang bisa dikembangkan. Karena itu dari situ kita akan lakukan penyelidikan jika memang ada unsur pidananya bisa kita lakukan ke tingkat penyidikan," ujar dia.

Namun, ia belum memastikan apakah perlu tim khusus untuk menelusuri dugaan tindak pidana tersebut. Yang jelas, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Menrisktek. Soal jumlah universitas yang akan dilaporkan, mantan Wakapolri itu belum bisa memastikan.

"Yah nanti kita lihat laporan Menristek. Saya tidak tahu (berapa kampus) tapi yang jelas menteri sudah ke kampus itu dan cek langsung dan hasilnya bisa dikoordinasikan," beber Badrodin.

Dia menegaskan, pihaknya tidak ragu-ragu untuk mempidanakan oknum-oknum yang memalsukan ijazah universitas itu. "Jika ada pidananya kita proses secara pidana," ucap Kapolri Badrodin.


SOURCE: http://m.liputan6.com/news/read/2238085/jual-beli-ijazah-kapolri-koordinasi-dengan-menristek-dikti